Jumat, 13 Desember 2013
BERPIKIR ISLAMI
BERPIKIR ISLAMI
Berpikir adalah sebuah aktivitas yang dimulai dari mendapatkan informasi atas sebuah fakta melalui pancaindera, kemudian menghubungkannya dengan informasi yang telah disimpan sebelumnya di dalam otak.
ummat Islam berusaha menggali, menganalisis dan mengembangkan, serta mengamalkan ajaran Islam dari sumber pokok ajarannya yaitu Al-qur'an dan Al-hadist untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dapat tercipta insan kamil yang dapat merealisasikan idealitas Islami dengan pola iman dan taqwa, dan dapat melaksanakan fungsinya sebagai khalifah Allah di bumi. Proses pelaksanaan ajaran Islam berupaya menyelaraskan perkembangan dan kemajuan zaman sesuai pola pikir manusia dari yang sederhana hingga kompleks. Paradigma Islam dalam ajarannya memandang manusia sebagai manusia yang mempunyai fungsi dan peran serta tugas sebagai khalifah di bumi ini. Pada intinya paradigma Islam dalam berpikir mempunyai konsekuensi logis dalam memperhatikan manusia sebagai mahluk yang monodualis (jasmani dan rohani), unik serta memerlukakn pendidikan seumur hidup, mementingkan nilai keseimbangan, menjalankan nilai kehambaan dan dimensi kekhalifahan.
Di dunia ini ada beberapa ajaran yang dapat disebut ideologi, sub-ideologi, semi-ideologi atau pseudo-ideologi. Tetapi secara umum, ajaran kapitalisme dan sosialisme, atau juga materialisme, naturalisme, sinkeretisme dapat disebut ideologi. Kapitalisme sebenarnya bertumpu pada pandangan sekulerisme, yang memisahkan agama dari perannya dalam kehidupan publik. Selanjutnya pandangan ini memberikan kebebasan maximal dalam berbagai hal (liberalisme). Tentu saja kebebasan ini dalam prakteknya harus dibatasi oleh hukum, cuma hukum seperti apa? Karena asas sekulerisme, maka lahirlah hukum demokrasi liberalisme. Sedangkan ideology islam menyatu di dalam agama dan kehidupan pemeluknya. Tolak ukur berkembang dan majunya peradapan islam pada waktu dulu adalah dengan berpegang teguhnya ummat waktu itu pada agamanya. Sedangkan barat adalah sebaliknya dengaan memisahkan diri dari agama.
Berpikir islami sebenarnya menempatkan Islam sebagai ideologi. Karena syahadat seorang muslim adalah falsafah yang akan berpengaruh pada pandangan hidup, pola pikir, sikap, perilaku, dsb. Dia tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga tentang rahmat bagi alam semesta. Dia otomatis berpikir internasional, karena semua bangsa berhak untuk merasakan indahnya Islam. Dan lebih dari itu, dia tidak cuma berpikir dunia di masa sekarang, tetapi juga di masa yang akan datang. Bahkan dia bisa melihat apa yang tidak terdeteksi oleh pancaindera, yaitu akherat! Berpikir Islami juga pasti berpikir Indonesia, negeri kaya sumber daya tetapi juga kaya potensi bencana tempat tinggal muslim terbanyak di dunia. Berpikir Islami juga pasti berpikir inspiratif, bagaimana menggerakkan orang yang sudah bersyariah menjadi siap berdakwah; yang baru beribadah agar kaffah bersyariah sebagai aplikasi keimanan dan ketakwaannya, bahkan menanamkan, membumikan, dan meyakini bahwa sesungguhnya Tiada Sesembahan yang wajib disembah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Nabi dan Utusan Allah. Berpikir Islami pasti mendorong orang untuk berpikir inovatif, karena Islam berlaku hingga akhir zaman, tetapi tanpa ijtihad yang menghasilkan berbagai inovasi, akan banyak persoalan yang tidak mendapatkan solusi. Dan jelas, berpikir Islami adalah berpikir ilmiah. Karena dasar keimanan (syahadat) sudah seharusnya dicapai dengan cara berpikir yang rasional, dan selanjutnya seperti soal malaikat atau hari kiamat, diturunkan dari dasar keimanan secara rasional. pemikiran universal menuju keberhasilan hidup yang diberkahi Tuhan.
Agar kita dapat menikmati hidup ini dengan penuh kebahagiaan, kita perlu merevolusi mental di abad digital dengan merekonstruksi pola pikir kita dari pola pikir manusiawi yang bersifat jangka pendek dan materi duniawi menjadi pola pikir islami (spiritual) yang berjangka panjang dan lebih mengutamakan keimanan. pola pikir sebagai sistem keyakinan, sistem berpikir, dan sistem tingkah laku yang bersifat keislaman. Pola pikir Islami adalah alat untuk mengelola potensi diri dan sumber daya yang kita miliki untuk menikmati hidup penuh kebahagiaan.
Yakin Terhadap Janji-janji Allah, membahas keyakinan yang memberdayakan dapat ditumbuhkan dengan meyakini janji-janji Allah. Di sini kita diingatkan bahwa janji Allah pasti benar karena Tuhan tak pernah ingkar janji. Allah menjanjikan kemudahan setelah kesulitan. Janji Allah adalah bagian dari hukum yang bersifat universal.
Nilai-nilai Spiritual Sumber Motivasi, membahas mengenai keimanan merupakan modal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan ini. Tanpa keimanan, kita tidak memiliki pegangan hidup yang kuat. Misalnya, kalau kita mengerjakan sesuatu dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah, kita tentu tidak mudah kecewa kalau gagal.
pembahasan menjadi orang yang baik ukurannya sederhana yaitu seberapa manfaat yang diberikan kepada sesama umat manusia. Orang yang baik senantiasa menjaga kesucian diri. Orang-orang yang menjaga kesucian termasuk orang-orang yang beruntung. Orang yang baik juga orang yang menyerahkan hasil dari usahanya kepada Allah.
Urusan kita adalah berusaha dan bekerja menjemput rejeki yang disediakan oleh Tuhan. Sedangkan hasilnya adalah urusan Tuhan. Itulah yang disebut dengan tawakal. bahwa Tuhanlah yang menciptakan, memiliki, mengatur, dan menguasai segala sesuatu. Tuhan yang Maha Pemberi dan Maha Kaya. Tuhan juga tempat bergantung segala sesuatu, termasuk manusia.
Wajar kalau kita berharap hanya kepada Tuhan. Memiliki harapan tentu lebih baik daripada tidak memiliki harapan sama sekali. Tapi, apabila harapan itu hanya bersandar pada kemampuan manusiawi kita, akal kita, kemampuan kita, resikonya adalah kecewa mengingat tak seorang pun yang menjamin semua keinginannya terpenuhi.
membangun pola pikir Islami yaitu dengan mempraktekkan, mengaktualisasikan apa yang sudah di ajarkan Nabi seperti sholat, berpuasa, adab, mengingat Allah, meyakini keberadaan Allah, meyakini kekuasaan Allah yang tidak terbatas, mengingat mati,dsb.
Semoga khutbah ini bermanfaat bagi kita yang mau mengasah kecerdasan spiritual dan integritas, melalui pembentukan pola pikir yang berjiwa keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Semoga kita mempunyai pola piker di atas jalan syariat. Amin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar